Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ]

Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ] - Hallo sobat blogger Sejarah, Posting yang saya unggah pada kali ini berisi tentang Sejarah, dengan judul Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ] , Artikel ini bertujuan untuk memudahkan kalian mencari apa yang kalian inginkan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Sejarah Dunia, Artikel Sejarah Islam, yang kami tulis ini dapat kalian pahami dengan baik, semoga artikel ini berguna untuk kalian, jika ada kesalahan penulisan yang dilakukan oleh penulis mohon dimaafkan karena penulis masih newbie. baiklah, selamat membaca.

Judul : Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ]
link : Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ]

Baca juga


Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ]

Runtuhnya kekuasaan Konstantinopel oleh sebuan ottoman (dan dua wilayah sempalan Bizantium lainnya segera setelah itu) menandai akhir dari Kekaisaran Romawi, sebuah negara kekaisaran yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun. Penaklukan Ottoman terhadap Konstantinopel juga merupakan pukulan besar untuk Kristen,dan tentara Ottoman tanpa ada yang mampu menghentikan maju ke Eropa dengan mudah. Setelah penaklukan, Sultan Mehmed II memindahkan ibukota Kekaisaran Ottoman dari Edirne ke Konstantinopel. Beberapa intelektual Yunani dan lainnya meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, dengan mayoritas dari mereka bermigrasi terutama ke Italia, yang kemudian membantu Renaissance eropa.Penaklukan kota Konstantinopel dan akhir Kekaisaran Bizantium adalah peristiwa penting dalam Abad Pertengahan Akhir yang juga menurut beberapa sejarawan, merupakan akhir dari Abad Pertengahan.
peta konstantinopel

Konstantinopel pernah menjadi ibukota kekaisaran romawi timur sejak konsekrasi pada 330 di bawah Kaisar Romawi Konstantin Agung. Pada sebelas abad berikutnya, kota itu telah dikepung berkali-kali,dan hanya pernah kalah oleh tentara salib pada perang salib ke 4, Tentara salib mendirikan sebuah negara Latin yang tidak stabil di dalam dan sekitar Konstantinopel sedangkan kerajaan yang tersisa pecah menjadi beberapa negara, sperti Nicea, Epirus dan Trebizond. Sebagai orang ortodok Mereka berjuang sebagai sekutu melawan kerajaan Latin yang katolik, tetapi mereka juga bersaing di antara mereka sendiri untuk kembali ke tahta Byzantium. 

Orang-orang Nicea akhirnya merebut kembali Konstantinopel dari tangan penguasa Latin pada 1261. Settelah itu konstatinopel sempat kembali damai sebelum kembali diserang beruntun oleh orang Latin, Serbia, Bulgaria dan, yang paling berat adalah serangan Turki Ottoman, sejak saat itu kejayaan konstantinopel terus menurun, rakyat konstantinopel harus menderita akibat dari pemulihan pasca perang yang tidak sedikit. 

Ada banyak legenda di Yunani yang menjadi tanda Kejatuhan Konstantinopel. Diawali dengan munculnya komet yang terlihat oleh penduduk konstantinopel yang juga dpat dilihat oleh penduduk edirne yang juga pada saat yang sama mehmed atau muhammad al fatih lahir, Dikatakan juga saat pengepungan terjadi gerhana bulan total pada tanggal 22 Mei 1453, yang menjadi tanda kota akan hancur. Empat hari kemudian, seluruh kota itu ditutupi oleh kabut tebal, dan Ketika kabut terangkat malam itu, terlihat pula cahaya aneh di sekitar kubah Hagia Sophia, yang diartikan sebagai Roh Kudus berangkat meniggalkan kota. Dan bagi orang islam kejatuhan konstantinopel sesuai dengan ramalan rasulullah bahwa konstantinopel akan takluk ketangan islam yang mana pasukan penaklukknya adalah sebaik-baik pasukan yang dipimpin oleh sebaik-baik pemimpin. 

lukisan Mehmed II oleh gentiles Bellini
Ketika Sultan Mehmed II menggantikan ayahnya pada 1451, awalnya kenaikan sultan mehmed ini banyak diremehkan oleh penguasa konstantinopel, konstantine bahkan mengatakan mehmed tak akan berani melanjutkan usaha ayahnya, mengingat saat itu usia mehmed masih 19 tahun, Optimisme itu diperkuat oleh sikap damai dan ramah Mehmed pada konstantinopel, Tapi tindakan Mehmed jauh berbeda daripada kata-kata. Dimulai pada awal 1452 ia membangun sebuah benteng Ottoman kedua, bernama Rumeli Hisari, di Bosphorus; ini dilakukan di sisi Eropa beberapa mil utara dari Konstantinopel, benteng ini tepat di seberang selat dari benteng serupa Anadolu Hisari, yang dibangun kakek buyutnya sultan Bayezid yildrim yang telah dibangun di sisi Asia. Membuat ottoman Turki memiliki kontrol penuh atas lalu lintas laut di Bosphorus; khusus untuk mencegah bantuan dari utara, yaitu koloni Genoa di pantai Laut Hitam, untuk mencapai Konstantinopel. Benteng baru ini juga dikenal denga nama Bogazkesen, yang dalam bahasa turki memiliki makna ganda yaitu 'penutup selat' atau 'pemotong tenggorokan. 
benteng Rumeli Hisari

Kaisar Bizantium yang tersisa saat itu Constantine XI dengan cepat memahami maksud sebenarnya Mehmed ini, dan berpaling ke Eropa Barat untuk meminta bantuan, dan menjanjikan penggabungan ortodok kedalam katolik, namun sejak 1204, terjadi permusuhan antara katolik dan ortodok, hal ini mendorong protes besar-besaran oleh partisan Ortodoks di Konstantinopel Akhirnya, penggabungan gagal,hal ini sangat menjengkelkan Paus Nicholas V dan hirarki gereja Roma. 

Namun Pada musim panas 1452, ketika Rumeli Hisari selesai dan ancaman telah menjadi dekat dan nyata, Constantine akhirnya menulis surat kepada Paus, menjanjikan pelakasanaan pengabungan gereja, yang dengan setengah hati dinyatakan sah oleh pengadilan kekaisaran pada Selasa 12 Desember 1452, bahkan saat itu grand duke loukas notaras sempat berkata lebih baik konstantinopel membiarkan ottoman masuk dari pada harus bergabung dengan katolik roma, saat itu ottoman memang menjanjikan kebebasan beragama bagi para ortodok jika mereka boleh masuk kekonstatinopel. 

Meskipun kemudian beberapa bantuan tiba dari kota dagang di utara Italia, kontribusi ini tidak cukup untuk mengimbangi kekuatan Ottoman. Beberapa individu datang untuk membantu mempertahankan kota dengan biaya mereka sendiri. Salah satunya adalah seorang tentara dari Genoa, Giovanni Giustiniani, yang tiba dengan 700 pria bersenjata pada bulan Januari 1453. Seorang spesialis dalam mempertahankan kota bertembok, ia langsung diberi komando pada mempertahankan gerbang san romano oleh kaisar . Sekitar waktu yang sama, kapten kapal Venesia yang kebetulan hadir di Golden Horn menawarkan jasa mereka kepada Kaisar, dan Paus Nicholas mengirim tiga kapal yang berisi pasukan pemanah, yang datang akhir Maret. 

Khawatir serangan angkatan laut yang mungkin datang di sepanjang pantai Tanduk Emas atau golden horn, Kaisar Konstantin XI kemudian memerintahkan untuk memasang rantai penghalang yang ditempatkan di mulut pelabuhan. Rantai ini cukup kuat untuk mencegah kapal Turki memasuki pelabuhan. Rantai ini salah satu senajata kuat yang memberi harapan memperpanjang pengepungan sampai kemungkinan kedatangan bantuan asing. Strategi ini dimulai pada 1204 saat tentara Perang Salib berhasil menembus pertahanan Konstantinopel dengan menerobos Golden Horn. 
Rantai golden horn kini menjadi koleksi musium haga sofia
Strategi lain yang digunakan oleh Bizantium adalah perbaikan dan fortifikasi benteng Theodosian. Benteng tanah berlapis dua yang dibangun pada masa kaisar theodos  ini memilki panjang 5.7 km tebal 4.5�6 m dan tinggi 12 m terdiri dari parit selebar 18 m dengan menara setiap 50-60 kilometer.  Kaisar Konstantin kemudian memastikan bahwa perbaikan dinding kabupaten Blachernae karena bagian dari dinding ini menonjol ke utara.
benteng theodosian

Tentara Konstantinopel memiliki kekuatan relatif kecil hanya mencapai sekitar 7.000 orang, 2.000 di antaranya adalah orang asing. Pada awal pengepungan mungkin kurang dari 50.000 orang yang tinggal di dalam tembok, termasuk para pengungsi dari daerah sekitarnya. Komandan asal Turki orhan, yang memihak Konstantinopel juga menjaga kota di sisi arah laut. Orhan sendiri tetap setia kepada Kaisar dan tewas dalam pertempuran. Selain itu ada Korps Genoa yang merupakan sekelompok tentara yang terlatih, sisa tentara terdiri dari sejumlah kecil tentara terlatih, sipil bersenjata, pelaut dan pasukan relawan dari masyarakat asing. konstantine mengumpulkan emas dan benda-benda perak dari gereja untuk membayar tentara asing yang mau membela mereka. 

Ottoman, di sisi lain, memiliki kekuatan yang lebih besar. Studi terbaru dan data arsip Ottoman saat itu menunjukkan bahwa ada sekitar 50,000-80,000 tentara Ottoman termasuk antara 5.000 dan 10.000 Janissari, korps infanteri elit, dan ribuan tentara Kristen, terutama 1.500 kavaleri Serbia yang dikirim dari Serbia oleh �urad Brankovic, sebagai bagian dari kewajiban mereka kepada sultan Ottoman yang saat itu menjadikan serbia daerah vassal pemerintahan mereka. 

Selain itu yang paling membahayakan konstantinopel adalah diciptakannya meriam raksasa oleh insinyur mistreius bernama orban, orban disebut misterius karena sebenarnya ia tidak diketahui pasti negara asalnya, banyak sejarawan yang memperdebatkan asal negaranya ada yang mengatakan ia orang hunggaria ada pula yang mengatakan ia orang jerman, uniknya orban juga pernah ke konstantinopel menawarkan meriam ini pada kaisar konstantine, tapi tak terjadi kesepakatan harga karena saat itu konstantinopel yang tengah mengalami krisis ekonomi tak mampu menyediakan material dan membayar gaji orban, suatu hal yang ironis karena akhirnya benteng konstantinopel justru dibobol oleh meriam yang awalnya akan digunakan untuk melindungi benteng itu sendiri. 
Meriam basilica yang kini berada di royal british museum

Tak diterima oleh kaisar konstantine orban kemudian menawarkan rancangannya pada sultan mehmed yang memang ingin memperkuat artilerinya, dan dengan bantuan insinyur ottoman saruca pasha dan Muslihiddin Usta, meriam menakutkan ini berhasil dibuat dalam waktu tiga bulan, meriam ini diberi nama"Basilica" memiliki panjang 27 kaki (8.2 m) , dan mampu melemparkan 272 kg bola batu lebih dari satu mil (1,6 km), dan saat ditembakkan suaranya yang bagaikan petir bisa didengar hingga ketengah kota konstantinopel. Selainitu meriam ini diseret oleh enam puluh lembu ke Konstantinopel. Sementara itu, Orban juga menghasilkan meriam lainnya berperan bagi pasukan Turki. 

Setelah persiapan selesai Mehmed pun berangkat kekonstantinopel untuk meruntuhkan dinding Theodosian, yaitu sebuah dinding dengan panjang 20 km disertai parit yang melindungi Konstantinopel dari serangan sebelah Barat, theodosian ialah satu-satunya benteng dari kota tidak dikelilingi oleh air. Dan Pasukannya berkemah di luar kota pada hari Senin setelah Paskah, 2 April 1453.
lukisan mehmed dan pasukannya berangkat sambil membawa meriam basilica

Sebagian besar tentara Ottoman berkemah selatan dari Golden Horn. Pasukan reguler Eropa, mengambil posisi membentang diseluruh panjang dinding, yang dipmpin oleh Karadja Pasha. Pasukan reguler dari Anatolia bawah Ishak Pasha ditempatkan selatan dari Lycus ke Laut Marmara. Mehmed sendiri yang tiba Pada tanggal 5 April dengan pasukan terakhirnya mendirikan tenda merah dan emas dekat Mesoteichion, dimana senjata dan resimen elit, Janissari, ditempatkan. Pasukan lain di bawah Zagan Pasha berada di utara dari Golden Horn. 

Sementara itu pasukan konstantinopel telah siap pada posisi mereka. namun jumlah mereka tidak cukup untuk menempati dinding secara keseluruhan yang memilki dua lapis, hingga memutuskan bahwa hanya dinding luar akan diawaki. Constantine dan pasukan Yunaninya menjaga Mesoteichion, bagian tengah dinding tanah, di mana mereka dilintasi oleh sungai Lycus. Bagian ini dianggap sebagai tempat yang paling lemah dari keseluruhan bentang. Giustiniani ditempatkan di sebelah utara kaisar, di Gerbang Charisian (Myriandrion); kemudian selama pengepungan, ia bergeser ke Mesoteichion untuk bergabung dengan Constantine. 

Di sebelah kiri kaisar, lebih jauh ke selatan, ada komandan Cataneo, dengan pasukan Genoa, dan Theophilus Palaeologus, yang menjaga gerbang Pegae dengan tentara Yunani. Bagian dari dinding tanah dari gerbang Pegae ke Golden Gate dipertahankan oleh pasukan Venesia pimpinan Filippo Contarini, sementara Demetrius Cantacuzenus telah mengambil posisi di bagian selatan dinding Theodosian. Dinding laut yang paling sedikit penjagaanya, dengan Jacobo Contarini di Stoudion, dan pangeran Orhan yang menghianati turki di pelabuhan Eleutherius. Pere Juli� ditempatkan di Great Palace dengan Genoa dan pasukan Catalan, Dinding laut di pantai selatan Golden Horn dibela oleh pelaut Venesia dan Genoa di bawah Gabriele Trevisano, Meskipun konstantinopel juga memiliki meriam, tapi meriam mereka jauh lebih kecil daripada Ottoman. 

Tanggal 6 april 1453 tepat hari jumat serangan dimulai yang dawali serangkaian serangan meriam kecil dan dengan dikuti dentuman memekakkan telinga dari meriam basilica, yang tak hanya membuat dinding kota berlobang tapi juga membuat nyali pasukan konstantinopel yang melihatnya menjadi ciut, pasukan ottoman pun menyerbu benteng theodosian, namun berkat kegigihan pasukan konstantinopel serangan hari pertama ini berhasil ditangkis dan mereka mampu menambal dengan cepat bagian dinding theodosian yang jebol oleh meriam basilica. 

Lukisan tentang penyerbuan konstantinopel
Serangan dilanjutkan beberapa minggu berikutnya, namun sejumlah masalah muncul, salah satunya adalah pasukan laut turki di bawah Suleiman Baltoghlu pasha yang awalnya akan menyerang benteng dari arah goden horn terhambat oleh rantai yang dipasang pada selat borphorus, selain itu meriam basilica yang diharapkan lebih dulu menjebol tembok kota tak mampu menembak sebanyak meriam biasa karena setiap melakukan tembakan tak seorang pun mampu menyentuh meriam ini akibat panas yang dihasilkannya, alhasil meriam basilica memerlukan waktu setidaknya tiga jam untuk melakukan tembakan selanjutnya, dan walau pun telah membombardir selama berhari-hari reload yang lambat mengakibatkan pasukan komstantinopel memiliki kesempatan cukup lama untuk menambal hasil tembakannya. 

Hingga Berbagai petaka sempat menghinggapi pasukan ottoman saat berusaha menaklukkan benteng ini, ditengah usahanya menerobos teluk golden horn pada tanggal 20 April armada kecil empat kapal Kristen, berhasil menyelinap ditengah pertempuran sengit, dan mempu menghancurkan beberapa kapal perang ottoman suatu peristiwa yang memperkuat moral pasukan konstantinopel dan menyebabkan malu kepada Sultan mehmed. Sulaiman Baltoghlu sendiri sempat terancam diasingkan namun kemudian diampuni oleh sultan mehmed setelah bawahannya bersaksi untuk keberaniannya selama perang berlangsung. 

Didepan benteng terjadi masalah lain, akibat mencoba memaksakan meriam basilica agar mampu mereload lebih cepat, meriam ini kemudian meledak dan melukai beberapa pekerja dan juga melukai orban sendiri, berbagai kesimpang siuran sejarah pun terjadi ada yang mengatakan orban tewas saat itu tapi ada juga yang mengatakan orban sembuh beberapa hari kemudian dan berhasil memperbaiki dan memodifikasi meriam basilica, rusaknya meriam basilica membuat penyerangan sempat terhenti beberapa hari. 

Setelah ini serangan frontal tidak berhasil, Ottoman berusaha untuk menerobos dinding dengan membangun terowongan bawah yang dimuai dari pertengahan Mei hingga 25 Mei. Banyak penambang asal Jerman yang dikirim dari Novo Brdo oleh Serbia. Mereka ditempatkan di bawah komando Zagan Pasha. Namun, Bizantium mempekerjakan insinyur Skotlandia bernama Johannes Grant, yang menciptakan terowongan pencegat, yang memungkinkan pasukan konstantinopel untuk memasuki tambang dan membunuh para pekerja Turki. Pasukan konstantinopel berhasil mencegat terowongan pertama pada malam 16 Mei. Terowongan berikutnya ditemukan pada 21, 23, dan 25 Mei, dan dihancurkan dengan api Yunani. Pada tanggal 23 Mei, mereka menangkap dan menyiksa dua petugas Turki, yang mengungkapkan lokasi dari semua terowongan Turki, yang kemudian berhasil dihancurkan. 

Mehmed sempat kembali mengirim duta ke Konstantinopel Pada tanggal 21 Mei dan kembali menawarkan untuk menghentikan pengepungan jika mereka menyerahkan kota. Dia berjanji tidak akan mengganggu Kaisar dan setiap penduduk lainnya termasuk harta benda mereka. Selain itu, ia akan mengakui Kaisar sebagai gubernur dibawah Turki Ottoman, Namun, Constantine XI tetap pada pendiriannya, ia menyatakan.: "menyerahkan kota pada anda tidak tergantung pada saya atau pada penduduk; kita telah memutuskan untuk mati dengan kehendak bebas kita sendiri dan kita tidak akan mempertimbangkan kehidupan kita. 

Disisi ottoman sendiri penyerangan berminggu-minggu yang tak membuahkan hasil membiat mental pasukan menurun, kepercayaan diri ottoman mulai rapuh, sempat terjadi pemberontakan kecil didalam pasukan ,selain itu salah satu wazir nya, veteran Halil Pasha, yang selalu tidak setuju rencana Mehmed untuk menaklukkan kota, memintanya untuk menghentikan pengepungan dan kembali ke edirne karena saat itu vladislaus raja hunggaria mengirim surat yang memepringatkan agar ottoman segera mundur atau mereka kan ikut campur. namun Zagan Pasha menentang Halil Pasha, dan dan tetap yakin bahwa tak lama lagi benteng kota akan runtuh, perselisihan pun terjadi diantara para petinggi senior ini, bahkan halil pasha sempat menyebut zagan sebagai penjilat dan mengincar kedudukannya sebagai perdana mentri. 

Namun sultan Mehmed tak kehabisan akal, ditengah segala kegaduhan didalam pasukannya ia kemudian memerintahkan pembangunan jalan dari kayu di Galata di sisi utara dari Golden Horn, dan kemudan menarik kapal-kapalnya melewati bukit galata tanggal 22 April dan lebih dari 70 kapal berhasil dipindahkan dalam semalam, paginya seluruh penduduk kota dikejutkan dengan kemunculan kapal-kapal ini hingga menyebabkan kepanikan didalam benteng. Pada malam 28 April, sempat dilakukan upaya penghancuran kapal kapal ini, tapi Ottoman yang siap dengan serangan ini mampu memukul mundur pasukan konstantinopel, Empat puluh orang pasukan Italia berhasil lolos dan kapal mereka tenggelam hingga mereka harus berenang ke pantai utara. Hal ini yang kemudian membuat pasukan didepan benteng theodosian terpaksa dikurangi dan dialihkan mempertahankan dinding laut sepanjang Golden Horn. 
Lukisan yang menggambarkan penyeretan kapal dibukit galata, dilukis oleh Fausto Zonaro

Disini saya sedikit mengoreksi film fetih 1453 yang memperlihatkan mehmed yang sempat frustasi ditengah kebuntuan penyerangan, menurut berbagaisejarah yang saya baca justru beliaulah orang yang terakhir tetap optimis bahwa penyerangan akan berhasil, bahkan dari beberapa sumber lain ide penyeretan kapal ke atas bukit galata didapat setelah ia melakukan sholat malam selama tiga hari berturut-turut, dan untuk mengembalikan moral pasukannya yang runtuh ia menjanjikan serangan besar- besaran pada serangan berikutnya. 

Persiapan untuk serangan terakhir dimulai di malam hari dari 26 Mei dan terus ke hari berikutnya. Untuk 36 jam setelah keputusan dewan perang untuk menyerang, Ottoman memobilisasi tenaga kerja mereka dalam rangka untuk mempersiapkan serangan umum. Waktu Doa dan istirahat yang lebih panjang kemudian diberikan kepada para prajurit pada tanggal 28, selain itu mereka juga berhasil memperbaiki dan memodifikasi meriam basilica, selain memperkuat sambungan untuk menahan recoil meriam yang besar, mereka juga menemukan cara agar basilica tak mudah panas dan lebih cepat dingin yaitu dengan melumuri meriam ini dengan minyak zaitun, modifikasi ini terbukti sukses dimana pada hari-hari akhir penyerangan basilica mampu menembak lebih dari 10 kali, Di sisi konstantinopel, armada venesia kecil dengan 12 kapal, mengawasi laut Aegean, dan pada 27 Mei dengan kecewa melaporkan kepada Kaisar bahwa tidak ada armada bantuan dari Venezia yang akan datang. Pada tanggal 28 Mei, sementara tentara Ottoman mempersiapkan untuk serangan terakhir, prosesi keagamaan berskala besar diadakan di kota. Di malam hari upacara khidmat terakhir diadakan di Hagia Sophia, di mana Kaisar dan perwakilan dari gereja katolik Latin dan gereja Yunani mengambil bagian, bersama-sama dengan bangsawan dari kedua belah pihak.

Tak lama setelah tengah malam pada 29 Mei serangan menyeluruh dimulai. Basilica kembali memuntahkan peluru raksasanya diikuti tembakan meriam-meriam kecil yang kini difokuskan di titik yang sama untuk membantunya, theodosian kini benar benar jebol, Pasukan Kristen dari Kekaisaran Ottoman menyerang pertama, diikuti oleh gelombang berurutan pasukan reguler, dan prajurit Anatolia kembali menyerang bagian dinding Blachernae di bagian barat laut dari kota, yang telah dirusak oleh meriam basilica. Pasukan Anatolia berhasil menembus bagian dinding dan memasuki kota tapi dengan cepat berhasil dipukul mundur oleh pasukan konstanstinolpel, namun keadaan makin tak terkendali saat gelombang terakhir, terdiri dari Janissari yang memiliki persenjataan yang lebih modern masuk menyerang tembok kota. Pemimpin pasukan genoa Giovanni Giustiniani terluka parah saat mencoba menghentikan pasukan khusus ini, dan evakuasi nya dari benteng menyebabkan kepanikan dijajaran pasukan genoa. Walaupun berhasil dievakuasi Giustiniani kemudian menyerah pada luka-lukanya dan meninggal beberapa hari kemudian.disini saya kembali meralat film fetih 1453 dimana Giustiniani tidak tewas oleh hasan dan mereka pun tidak pernah bertemu langsung dalam pertempuran. 

Dengan mundurnya pasukan Genoa, Constantine dan dan psukannya hanya tinggal sendiri, namun mereka terus berjuang dan berhasil berhasil menahan Yenicheri untuk sementara waktu, tetapi akhirnya mereka tidak bisa menghentikan mereka memasuki kota . karena Para prajurit konstantinopel makin kewalahan saat basilica juga berhasil menjebol beberapa titik lain di bagian benteng. Ketika bendera Turki yang dikibarkan hasan ulubati di atas gerbang pintu kecil Kerkoporta, yang dibiarkan terbuka, panik pun terjadi, dan pertahanan runtuh, tentara Janissary yang dipimpin oleh hasan ulubati mendesak maju. Banyak tentara Yunani berlari kembali ke rumah untuk melindungi keluarga mereka, prajurit Venesia berlari ke kapal mereka, dan beberapa dari pasukan Genoa lari ke Galata. Sisanya bunuh diri dengan melompat dari tembok kota atau menyerah. Konon Constantine, yang menolak meyerah membuka regalia ungunya, langsung memimpin pertahanan terakhir,namun ia pun tewas dalam pertempuran seperti prajuritnya. namun Nicol� Barbaro, saksi mata asal Venesia menulis dalam buku hariannya bahwa Constantine gantung diri pada saat orang-orang Turki menembus gerbang San Romano, namun hal ini tidak ada bukti jelas karena jenazah konstantine justru tidak di temukan karena ia gugur ditengah para parjuritnya ia juga sudah tak teridentifikasi karena ia telah luka parah dan gugur sambil melepas regalianya. 

Serangan pun berakhir, theodosian rusak berat, dan secara ajaib basiica pun berhenti menembak untuk selamanya tepat saat benteng theodosian sepenuhnya runtuh, meriam ini berhasil menunaikan doa harapan kemenangan yang pernah diucapkan ulama ottoman padanya saat ia dibuat, Tentara Ottoman pun menyebar di sepanjang jalan raya utama kota, melewati forum besar, dan melewati Gereja Rasul Suci, dan Mehmed telah mengirimkan penjaga untuk melindungi bangunan utama seperti Gereja Rasul Suci dari penjarahan yang akan dilakukan pasukannya. 

Beberapa warga sipil berhasil melarikan diri. Ketika Venesia mundur ke kapal mereka, Ottoman telah menguasai dinding Golden Horn, untungnya, Ottoman tidak tertarik membunuh mereka tetapi lebih tertarik pada hasil jarahan yang ada didalam kota, sehingga mereka memutuskan untuk menyerang kota dan bukan mereka. Kapten Venesia memerintahkan anak buahnya untuk membuka pintu gerbang Golden Horn, setelah mereka melakukannya, mereka meninggalkan dengan kapal yang penuh dengan tentara Venesia dan pengungsi. Dikuti oleh kapal Genoa dan bahkan kapal milik Kaisar hingga kini angkatan laut Ottoman memiliki kendali atas Golden Horn. 

Tentara ottoman berkumpul di Augusteum, alun-alun luas yang mengelilingi gereja besar Hagia Sophia yang kini berisi penduduk kota yang berdoa sambil ketakutan, sesuai adat perang abad pertengahan, pasukan turki kemudian melakukan penjarahan keseluruh kota selama tiga hari, namun adat abad pertengahan ini oleh sejarawan barat ditulis sebagai propaganda hitam terhadap dunia islam, Menurut Nicol� Barbaro dan Philip Mansel selain menjarah, pasukan turki menhancurkan kota memusnahkan gereja, membunuh dan memperkosa para penduduk, jika ini memang benar terjadi maka tak akan ada penganut kristen ortodok yang memilih untuk tinggal disana serta tak mungkin para pelarian kemudian memutuskan kembali ke konstantinopel yang telah berganti nama menjadi istanbul, juga tak kan ada yahudi korban renaisanse yang memilih ottoman sebagai tujuan pelarian mereka.

sultan mehmed memasuki kota untuk pertama kalinya
Pada hari ketiga dari penaklukan, Mehmed memasuki kota dan memerintahkan semua penjarahan berhenti dan mengirim pasukannya kembali di luar tembok kota Sejarawan Bizantium George Sphrantzes, seorang saksi mata jatuhnya Konstantinopel, menulis "Pada hari ketiga setelah jatuhnya kota kami, Sultan merayakan kemenangannya dengan besar, Dia mengeluarkan sebuah proklamasi: warga dari segala usia kini boleh keluar dari persembunyian mereka di seluruh kota dan keluar ke tempat terbuka, dan mereka dijamin kebasannya dan tidak ada introgasi pada mereka. Lebih lanjut ia menyatakan rumah dan properti mereka yang telah meninggalkan kota sebelum pengepungan, akan kembali pada mereka jika mereka kembali ke rumah, mereka akan diperlakukan sesuai dengan peringkat dan agama mereka, seolah-olah tidak ada yang berubah. " Hagia Sophia pun diubah menjadi masjid, namun Gereja Ortodoks Yunani tetap utuh dan Gennadius Scholarius ditunjuk sebagai Patriark Konstantinopel. 
Penunjukan gennadius sebagai Patriark Konstantinopel
Constantine XI telah meninggal tanpa meninggalkan ahli waris, jika Konstantinopel tidak jatuh ia mungkin akan telah digantikan oleh anak-anak kakak nya, yang kemudian dengan prasangka baik dari mehmed dilantik menjadi pejabat ottoman. Anak laki-laki tertua, yang kemudian diberi nama Murad, diberi jabatan sebagai Beylerbey (Gubernur Jenderal) dari Rumeli (Balkan). Dan adiknya, berganti nama menjadi Mesih Pasha, menjadi Laksamana armada Ottoman dan Sancak Beg (Gubernur) Provinsi Gallipoli. Bahkan mesih akhirnya menjabat dua kali sebagai Wazir Agung di bawah anak Mehmed, Bayezid II. 

Dengan kejatuhan Konstantinopel merupakan pukulan telak dunia Kristen, Paus Nicholas V menyerukan serangan balik langsung dalam bentuk perang salib. Bila tidak ada raja Eropa yang bersedia untuk memimpin perang salib, Paus sendiri memutuskan untuk pergi, tapi kematian dini nya menghentikan rencana ini. Paus Pius II juga menyerukan perang salib di 1459 untuk merebut kembali Konstantinopel, namun antusiasme nya berumur pendek, dan perang salib tidak pernah diberlakukan. 

Jatuhnya Konstantinopel dan juga memutus jalur perdagangan darat utama antara Eropa dan Asia, dan sebagai hasilnya lebih Eropa mulai serius mempertimbangkan kemungkinan mencapai Asia melalui laut, seperti yang terjadi dengan perjalanan Columbus ke Amerika pada tahun 1492, dan Vasco da Gama yang melakukan penjelajahan dari India dan Afrika pada tahun 1498. 

Foto Haga sofia di istanbul saat ini
Sejak saat itu berakhirlah kekuasaan romawi timur ditangan kesultanan ottoman, Kostantiniyye begitu nama kota ini disebut oleh orang turki pada awalnya, sebelum kemudian di ubah lagi menjadi istanbul, mehmed juga memindahkan ibu kota ottoman yang awaknya berada di edirne ke konstantinopel. dan mengklaim gelar Kayser-i Rum, atau Caesar dari Roma, meskipun oleh barat ia lebih dikenang sebagai "Sang Penakluk". 

Dirangkum dari berbagai Sumber.


Demikianlah Artikel Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ]

Sekianlah artikel Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ] kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ] dengan alamat link https://pengamatsejarah.blogspot.com/2015/11/jatuhnya-konstantinopel-1453-sejarah.html

0 Response to "Jatuhnya konstantinopel 1453, [ Sejarah ] "

Posting Komentar